Facebook

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 26 Maret 2018

5 Alasan Kenapa Kamu Harus Rajin Menulis Puisi

Tulisan sejatinya ialah sarana untuk menuangkan segala unek-unek yang mandek di dalam hati dan pikiran. Banyak orang tak bisa mengungkapkan kata-kata itu secara verbal. Karenanya, tulisan menjadi media yang pas untuk menyuarakan suara-suara yang tertahan itu. 
Selain cerpen atau cuitan singkatan di media sosial, puisi pun menjadi media yang lazim untuk mengungkapkan isi hati. Berikut 5 alasan kenapap kamu harus rajin menulis puisi.
  • Mengurangi kegundahan
Lepaskan… lepaskan! Kegundahan yang bersarang di hatimu lama-kelamaan akan semakin menumpuk dan menggunung apabila tidak dilepaskan. Coba, tulislah sebait puisi mengenai apa yang sedang kamu rasakan. Kurangi rasa kegundahanmu lewat kata demi kata yang dapat mewakili isi hatimu. Jangan sampai hati dan pikiranmu merasa terbebani karena ada “sampah-sampah“ yang belum kamu buang.
  • Mengasah kreativitas
Terkadang, membuat puisi bukan perkara hanya menulis indah, melainkan memiliki makna di dalamnya. Kelihatannya, tak sedikit yang berlomba-lomba untuk menghasilkan kata puitis. Bahkan memakai diksi yang bisa saja hanya dimengerti oleh si penulis itu sendiri. Di sinilah kekreatvitasan kita diasah. Buatlah puisi versimu sendiri. Jangan pedulikan bait, rima pilihan kata, yang penting… tulis saja dulu.
  • Menjadi sumber penghasilan
Menulis puisi bisa menjadi salah satu sumber penghasilan tambahan kita. Daripada hanya menulis puisi dan disimpan sendiri, coba kirim puisi tersebut ke media-media. Siapa tahu bisa dimuat dan kamu bisa mendapat tambahan uang.
  • Sarana belajar menulis
Jika kamu memutuskan untuk menyimpan puisi buatanmu untuk dirimu sendiri, tak apa. Setidaknya, kamu bisa menjadikan puisi-puisi tersebut sebagai sarana atau wadah untuk berlatih menulis. Apalagi, kamu tak memerlukan jumlah kata yang banyak untuk merangkai sebuah puisi.
  • Memperpanjang ingatan
Sama halnya dengan menulis cerita atau keseharianmu dalam buku diary, menulis puisi juga bisa menjadi penanda waktu, sebuah pengingat akan memori-memori di masa lampau. Dengan begitu, kamu tak perlu khawatir lupa akan suatu hal yang ingin kamu kenang. Tulis saja puisi singkat yang bisa mengingatkanmu akan suatu memori. Lewat tulisan, semuanya akan abadi.

Senin, 12 Maret 2018

Rindu

 Pada pagi yang dimataku berkabut ini...

kutitipkan senandung rindu dalam kidung merenung

Harap kelabu bisa menyampaikan pesan rasa yang tak pernah sampai

inilah takdir rindu yang hanya singgah lalu pergih dan cinta yang tak kunjung bergulir

rasa itu selalu ada... dimanapun dan ditempat sekecil apapun

kadang kusuka mengunci diri untung tidak terganggu

tapi rasa itu muncul dari sela-sela pintu dan memaksaku untuk merasakannya...

Maka kini aku hanya bisa berpura-pura tidak merasa, menepiskan segala kegandunhan diatas segala senyum

ketika rasa itu mulai pudar... 

rindu merusaknya! mulai lagi kucium aroma rindu...

memancing datangnya rasa itu tetap didetik-detik terakhir senyuman yang terukir dibibirnya

tepat didepanku memang tak bisa kutepis 

Tolong, aku hanya ingin mencintaimu dengan sederha.....         

Senin, 19 Februari 2018

Semua Tentang Puisi

Pengertian Puisi
Puisi merupakan salah satu ragam karya sastra yang terikat dengan irama, ritma, rima, bait, larik dan ditandai dengan bahasa yang padat. Puisi juga merupakan seni tertulis yang mana menggunakan bahasa sebagai kualitas estetiknya atau keindahanya. Puisi dibedakan menjadi dua yakni puisi lama & puisi baru.
Puisi lama ialah puisi yang terikat dengan aturan-aturan tertentu. Aturan-aturan tersebut antara lain : Jumlah kata dalam satu baris; jumlah baris dalam satu bait; rima (persajakan ); banyaknya suku kata dalam setiap baris; dan irama.
Puisi baru ialah puisi yang tidak terikat oleh aturan-aturan sehingga lebih bebas bentuknya daripada puisi lama, baik dalam segi jumlah suku kata, baris, ataupun sajaknya.
Ciri-Ciri Puisi Lama
  • Berupa puisi rakyat yang tidak diketahui nama pengarangnya.
  • Terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris dalam setiap baitnya, sajak dan jumlah suku kata dalam setiap barisnya.
  • Disampaikan dari mulut ke mulut sehingga sering disebut juga dengan sastra lisan / kesusastraan lisan.
  • Menggunakan majas/gaya bahasa tetap (statis) & klise.
  • Berisikan tentang kerajaan, fantastis & istanasentris.
Jenis Puisi lama
  • Mantra yakni ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan ghaib.
  • Pantun merupakan puisi yang bersajak a-b-a-b, dimana pada tiap bait ada 4 baris, dalam tiap baris terdiri dari 8 -12 suku kata, dan 2 baris pertama sebagai sampiran dan 2 baris setelahnya sebagai isi.
  • Karmina yang merupakan pantun kilat seperti pantun tetapi lebih pendek
  • Gurindam ialah puisi dimana pada tiap bait terdiri dari 2 baris, bersajakkan a-a-a-a, dan berisikan nasihat.
  • Seloka yakni pantun berkait yang ditulis menggunakan bentuk syair atau pantun, bisa empat batis atau lebih.
  • Syair yang merupakan puisi dengan ciri-cirinya yakni pada tiap bait ada 4 baris, bersajakkan a-a-a-a, dan berisikan nasehat-nasehat atau cerita.
  • Talibun yaitu pantun genap dimana pada tiap bait terdiri dari 6/8/10 baris.
Ciri-Ciri Puisi Baru
  • Diketahui nama pengarangnya
  • Perkembangannya secara lisan dan tertulis
  • Tidak terikat oleh aturan seperti jumlah baris, jumlah suku kata dan rima.
  • Menggunakan majas / gaya bahasa yang berubah-ubah (dinamis).
  • Pada umumnya berisikan tentang kehidupan
  • Biasanya lebih banyak menggunakan sajak pantun & syair
  • Bentuknya lebih rapi dan simetris
  • Memiliki rima akhir yang lebih teratur
  • Pada tiap-tiap baris berupa kesatuan sintaksis
Jenis Puisi Baru
  • Balada yakni puisi yang berisikan sebuah cerita atau kisah.
  • Himne yaitu puisi pujaan yang ditujukan untuk Tuhan, pahlawan dan tanah air.
  • Ode ialah puisi yang berbentuk sanjungan untuk orang-orang yang berjasa. Menggunakan nada atau irama yang sangat resmi, membahas tentang sesuatu yang mulia, dan memiliki sifat yang menyanjung.
  • Epigram merupakan puisi yang berisikan ajaran ataupun tuntunan.
  • Romansa ialah puisi yang isinya tentang luapan perasaan cinta dan kasih sayang.
  • Elegi yakni puisi tentang kesedihan.
  • Satire ialah puisi yang isinya berupa sindiran ataupun kritikan.
  • Distikon merupakan puisi dimana pada tiap baitnya terdiri dari 2 baris.
  • Terzina ialah puisi dimana tiap baitnya terdiri atas 3 baris.
  • Kuatrain yakni puisi empat seuntai dimana puisi yang tiap baitnya terdiri dari 4 baris .
  • Kuint ialah puisi lima seuntai yang mana pada tiap baitnya terdiri dari 5 baris.
  • Sektet yaitu puisi enam seuntai yang tiap baitnya terdiri dari 6 baris.
  • Septime ialah puisi yang tiap baitnya terdiri atas tujuh baris atau  puisi tujuh seuntai.
  • Oktaf/Stanza merupakan puisi dimana tiap baitnya terdiri dari 8 baris.
  • Soneta ialah puisi yang terdiri dari 14 baris dan terbagi menjadi dua, yakni pada dua bait pertama masing-masing empat baris dan pada dua bait kedua masing-masing tiga baris.

Senin, 12 Februari 2018

Diamku Adalah Caraku Menjagamu


Cinta


Vokal Mempengaruhi Membaca Puisi


Puisi Jikustik (Cover)




Roda Kehidupan

Roda kehidupan
hayan insani yang terselubung
sutra norma kehidupan
dan di renda seribu karakter
yang sulit teruraikan
wacana para pujangga

Walau dengan lautan tinta
dan hamparan guruh kertas
namun semua akan tetap misteri
dalam kehidupan ini

Karakter roda kehidupan kian terbelah
dalam aneka wacana
mulya, agung, dan luhur
serta egois, jahat, dan kejam

Yang selalu bertolak belakang
antara dua warna
hitam dan putih
yang kan selalu bersimpangan
hingga batas akhir kehidupan

Senin, 05 Februari 2018

Lokasi Rumahku

Senin, 29 Januari 2018

Potret Negeri


Aku berdiri tegap menatap langit bangsaku,..biru, abu-abu,..lalu menghitam
Lukisan indah negeri ini berubah menjadi pemandangan penuh haru
Di setiap sudut bumi pertiwi menangis,..sedu sedan,..
Perut membuncit, raga hanya tersisa tulang yang sebentar lagi akan patah

Ibu pertiwi,.. aku tak pernah lagi melihat senyum indahmu
Tak jua kembali aku mendengar petuah-petuahmu
Yang ada kini kau membisu diantara keluh kesah anak negeri ini
Yang semakin hari semakin membuatmu nelangsa

Tanah airku tak lagi punya belantara, laut melepas, atau gunung menjulang
Panas, datar, bah, api, semuanya kini jadi warnamu
Menangisku hampir membakar pelupuk mata,..pilu,..sendu,..
Sementara sanubariku terpekur, tak sanggup lagi menatap dunia

Ibu pertiwi tiba-tiba menamparku, berkali-kali dan bertubi-tubi !
Sakit, perih, tapi aku merasakan kasih yang selama ini hilang ditelan kesombongan pangkat
Mataku terbelalak saat hutanku terbakar, gunungku meletus, dan lautku tercemar
Bah menelan tempat tinggal kami, asap membumbung menyesakkan dada

Rasanya seperti tak ada lagi waktu untukku terisak kembali
Menatap negeri tercinta dalam lingkaran kehancuran
Indonesia, aku tak ingin kehilangan tanah kelahiranku
Tanah yang akan dan selamanya menjadi tumpah darahku

Kurajut asa lukisan negeri ini hanya sepintas lalu,..
Berlalu,.. berlalu,..dan berganti potret abadi bersama Indonesia sejati
Biarlah nanti lukisan pedih tanah air ini terbingkai dalam kenangan
Karena cinta akan membawa kedamaian dan keamanan
Dimanapun,..Kapanpun,.. siapapun,..dan selamanya,..

Arti Sahabat

Sahabat Hidupku...
Di Saat Senang Kau Ada
Di Saat Sedih Kau Ada
Kau Kan Selalu Ada Untukku
Meski Terkadang Aku Tak Membutuhkanmu
Senyum Keceriaan Yang Selalu Terpancarkan Dari Wajahmu
Mengalihkan Duniaku
Sering Jalan Yang Ku Lalui Adalah Hitam
Namun Kau Sahabat Memberiku Petunjuk Yang Putih
Sahabat,  Memang Kau Bukanlah Siapa – Siapa Aku
Namun Kau Sudah Mampir Dalam Hidupku
Dan Bagian Dari Diriku Kini Adalah Kepunyaanmu
Sekarang Ku Tahu Kau Begitu Berarti
Jangan Pernah Melupakan Aku Meski Kita Terpisah Jauh
Ingatlah Aku Sebagai Bagian Juga Dari Hidupmu
Terimakasih Oh Sahabatku Kau Setiaku Dan Kau Hidupku
Selamanya.

5 Alasan Kenapa Kamu Harus Rajin Menulis Puisi

Tulisan sejatinya ialah sarana untuk menuangkan segala unek-unek yang mandek di dalam hati dan pikiran. Banyak orang tak bisa mengungkapkan...